Make Your DIY : Mukena Sulam Ala-ala

Finally. I'm Back. After very long time didn't do it. 

Nggak tau kenapa begitu lama saya berhenti ketik-ketik di laman ini. Belakangan seperti tengah terguncang sehingga saya merasa malas untuk ketik-ketik. Well, now I think it doesn't matter how hard this life, how rock the wave, the life must go on (mencoba menyemangati diri sendiri). 

Sudah lama sebenarnya saya punya ketertarikan di bidang jahit-menjahit. Hanya saja karena satu dan lain hal, cita-cita saya di bidang ini harus tertunda. Saya hanya berharap suatu hari, ketertarikan ini bisa memberikan manfaat untuk orang lain juga. Entah sekecil apapun manfaatnya. 

Karena libur beberapa hari saya menyempatkan diri untuk berbelanja bahan-bahan yang diperlukan. Well, di sini saya ingin membuat mukena yang disulam "ala-ala". Entah siapa juga yang mengajarkan kata-kata "ala-ala" ini. Yang pasti saya berterima kasih padanya, karena penyebutan suatu benda yang dihasilkan menjadi lebih simple olehnya. 

Apa saja yang dibutuhkan?

Apa saja yang dibutuhkan untuk membuat mukena sulam ala-ala ini? Seperti kebanyakan benda-benda yang dijahit, maka yang pertama perlu disiapkan adalah :
  1. Mesin jahit. Tapi, kalau sobat ingin menjahitnya dengan tangan juga dipersilahkan. Dengan jahit tangan yang sepenuh hati dan penuh cinta, pasti terasa berbeda sekali saat dikenakan. Secara, every piece processed with love jadi berasa bermukenakan cinta. Nggak ding, saya sarankan pakai mesin jahit saja. Selain jahitannya lebih kuat, yang pasti juga lebih cepat. 
  2. Jarum Jahit. Jarum jahit di sini tentunya yang sesuai dengan kebutuhan mesin ya,,, Saya yakin sobat semua sudah bisa membedakan jarum jahit mesin dengan jarum jahit tangan. 
  3. Pembidang. Atau alat berbentuk lingkaran yang sering digunakan untuk menarik tepi bidang kain yang akan disulam. Sehingga hasilnya lebih rata, dan tidak terlipat-lipat. Alat ini mudah didapatkan di toko-toko sekitar yang menjual alat-alat jahit, maupun alat-alat keperluan sekolah. Biasanya kalau di sekolah kan sering dipakai untuk latihan menyulam.
  4. Benang Sulam & Jarum. Silahkan sobat mau pakai benang yang biasa dipakai untuk sulam atau diganti dengan pita. Kalau untuk itu tergantung selera. Sedangkan jarumnya disesuaikan ya sobat. 
  5. Pensil. Pensil di sini digunakan untuk membuat motif sulaman. Kalau sobat punya alat semacam penggaris jaman SD dulu yang ada pola-polanya, bisa juga digunakan. 

Let's Sew

Mari kita mulai menjahit. Namun sebelum mukena ala-ala dijahit pastikan kain sudah dipotong sesuai pola ya. Ini nih pola mukena. Simple, sederhana, dan yang pasti mudah. 
Pola Mukena
Apabila kain sudah sobat potong sesuai pola, maka saatnya membuat pola sulaman. Boleh langsung digambar dengan pensil atau pakai alat blat pola. Di sini saya menggunakan motif bunga lavender. Bukan karena alasan apa-apa, cuman saya suka saja dengan bunga ini. Aroma yang menenangkan menginspirasi saya untuk mengambilnya sebagai motif. 
Motif Bunga Lavender
Motif tersebut kemudian saya aplikasikan di atas potongan kain pola. Ini nih hasilnya.
Motif Bunga Lavender yang diaplikasikan
Di tengah sengaja saya buat sulur agar lebih memenuhi kain. Meski begitu, sebenarnya ini adalah pilihan masing-masing. Setelah selesai pengaplikasian pada kain, maka siap-siap menyulam,,,,

Let's Embroidery 

Karena motif bunga yang saya pakai adalah bunga lavender, maka tusuk sulam yang diaplikasikan adalah Lazy Daisy untuk kuntum bunganya dan Satin Stitch untuk bidang daun

Sketsa motif sulam sebelum dan sesudah disulam.

Finishing

Setelah kain sudah selesai diproses, waktunya untuk finishing atau kalau dalam dunia masak-memasak disebut plating mungkin. Jahit bagian depan kain pola mukena. Untuk bagian kepala, sobat bisa menambahkan hiasan berupa rempel, renda, atau mungkin dengan sulaman bunga-bunga kecil agar terlihat lebih manis. Jangan lupa untuk bagian bawahan mukena dipasang karet ya, biar tidak repot pas makainya. Tapi kalau sobat memilih tanpa karet juga tidak apa-apa, tinggal diganti tali, atau lebih suka diikat manual (seperti sarung). Well, mukena ala-ala sudah jadi. 


Bisa dipakai untuk sholat, dan semoga tetap low profile tanpa membanggakan diri. Selamat mencoba.... :) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jodoh Pasti Ketemu

Tumbal Kepemimpinan

Hujan VS Inspirasi