Taman Balekambang : Alternatif Liburan Keluarga
Bagi sebagian besar masyarakat di negeri ini,
kegiatan travelling bukanlah suatu yang asing. Meski sekedar keluar rumah
main-main ke taman kota bisa juga disebut travelling. Hahahah,,,
Ngomong-ngomong soal taman kota, kemarin pas
keponakan jauh datang akhirnya diajaklah main-main ke salah satu taman kota
yang ada di Kota Bengawan ini. Taman kota yang memang sengaja dikelola oleh pemerintah
kota sebagai ruang terbuka hijau untuk masyarakat Solo khususnya dan masyarakat
yang menyempatkan mampir ke Solo pada umumnya.
Taman Balekambang, memang bukan tempat yang baru
bagi warga Solo dan sekitarnya. Bukan sesuatu yang baru sih sebenarnya kalau
ingin diceritakan. Namun, nggak ada salahnya kalau sedikit dibahas di tulisan
ini. Hehehe, bukankah sudah jadi kewajiban setiap wargo Solo untuk mampu
mengenalkan ikon wisata di Kota Bengawan ini?
Well, langsung saja. Kemarin kami langsung
berangkat menuju ke Taman Balekambang bareng-bareng. Setelah lama nggak
berkunjung ternyata ada yang baru. Sebuah wahana permainan anak yang dinamai
dengan “Kolam Keceh”. Keceh kalau dalam Bahasa Jawa berarti bermain air. Jadi,
bisa dibayangkan sendiri kan bagaimana kolamnya? Yup, betul sekali kolam-kolam
itu berisi air yang bisa digunakan untuk ajang “keceh” anak-anak.
Kolam keceh ini berada di ujung seberang kolam
utama dengan patung puteri kembar Partini Tuin. Cukup bayar 2000 perak saja
untuk menyeberang ke ujung kolam. Atau, berjalan kaki mengelilingi kolam. Beberapa
permainan air yang ditawarkan cukup dengan 6000 rupiah. Murah meriah dan yang
pasti, mudah dijangkau.
Kalau tidak mau repot-repot menyeberang ke ujung
kolam, di kolam utama ternyata juga ditawarkan sebuah wahana. Wahana ini sudah
cukup lama dikelola di sana. Ya, bebek air.
Untuk menikmati Taman Balekambang dari sisi
lain, kita bisa memanfaatkan wahana bebek air ini. Ya, melihat taman
benar-benar dari posisi “kemambang” kata dasar kambang yang artinya mengapung. Cukup
dengan 15K untuk kapal tiga penumpang dan 20K untuk kapal yang lebih besar. Beberapa
becak mini juga disewakan di sini. Jadi, tinggal dipilih saja untuk si kecil. Bebek
air atau becak mini.
Selain itu, di sisi barat taman juga terdapat
sebuah lokasi yang disebut dengan taman reptile. Bisa dibayangkan kan apa
isinya? Tentu saja koleksi reptile. Memang belum begitu lengkap karena di taman
reptile tidak terdapat buaya atau alligator. Namun, sebagai media pengenalan
anak terhadap hewan-hewan reptile seperti ular, iguana, komodo, bunglon, serta
beberapa kura-kura tempat ini bisa jadi salah satu tujuan. Tiket masuk taman reptile
hanya 5000 rupiah.
Terdapat beberapa jenis burung juga di taman
ini. Mereka dibiarkan liar beterbangan dari pohon satu ke pohon yang lain. Berjalan-jalan
di taman bersama pengunjung. Sehingga benar-benar menyatu. Kabar yang
menggembirakan pula, di Taman Balekambang saat ini tengah dikembangkan situs
penangkaran burung merak. Jadi,, lain kali kalau pas mampir ke sana jangan lupa
cek, perkembangan burung merak ya. J
Yang sangat disayangkan di sini adalah beberapa
kandang reptil terlihat tidak terawat dengan baik. Sehingga beberapa kandang
dibiarkan kosong tanpa penghuni.
Beberapa spot yang mencuri perhatian saya adalah
sebuah batu besar yang terbuliskan “Batu Asmara”. Saya kurang tahu apa sejarah
dan legenda batu tersebut. Namun, yang pasti batu ini menjadi salah satu spot
menarik untuk tetap bergaya-gaya seperti yang kebanyakan orang cari kalau
bepergian. No more. Just selfie. Tidak banyak foto yang bisa saya ambil karena
kamera saya tertinggal. Jadi saya hanya gunakan kamera di ponsel yang saya
bawa.
Meski demikian, Taman Balekambang bisa menjadi
salah satu tempat tujuan alternatif bagi keluarga kalau hanya untuk
menghabiskan hari libur menghirup udara segar tanpa harus melakukan perjalanan
jauh. Dan yang lebih lagi, Taman Balekambang tidak akan menguras budget Anda untuk bisa bercengkerama
dengan keluarga di alam bebas.
Karena memang benar-benar terasa di hutan sih,,,
haha soalnya beberapa ekor kijang dibiarkan berjalan kesana kemari di antara
pengunjung. Yang lebih menyenangkan lagi, kijang-kijang tersebut jinak dan bisa
diajak selfie maupun wefie. Sehingga anak-anak dapat langsung berinteraksi
dengan mereka tanpa takut kalau kijang akan mengamuk. Beberapa kawanan angsa
putih pun dibiarkan berjalan sambil menghiasi taman./lik/
Komentar
Posting Komentar