Postingan

Seperti Apa Bahagia Kita?

Gambar
Lalu lalang kendaraan sore ini membuat aku kembali berfikir bahwa banyak hal yang bisa menjadi alasanku untuk tidak mengeluh dan semakin banyak bersyukur. Betapa tidak? Di bawah langit sore yang masih panas ini aku melihat begitu banyak orang yang tidak seberuntung diriku. Terkadang kita mengeluh tentang kaki yang lelah karena wira-wiri berbelanja, atau lelah hanya karena menikmati pikinik bersama keluarga. Kita lupa bahwa ada langkah kaki yang lebih lelah menyusuri panasnya jalanan, serta kerasnya debu yang berterbangan hanya untuk menjajakan dagangannya demi sesuap nasi atau sedikit uang untuk dibawa pulang hari ini. Mereka tidak peduli apakah dagangan yang mereka bawa masih diminati oleh orang-orang yang dijumpai, atau justru tak ada orang yang membutuhkan barang itu. Yang mereka tahu adalah mereka berusaha mendapatkan rezeki dengan jalan yang halal tanpa harus meminta-minta untuk dikasihani orang lain. Mereka pantang melakukan itu. Mereka lebih memilih berusaha semampu ...

Tumbal Kepemimpinan

Tumbal?  Kita sering mendengarnya bukan? Iya, di dunia perdukunan mungkin sudah bukan rahasia lagi kalau kita bersekutu dengan setan maka harus ada tumbal yang dikorbankan. Katanya sih begitu. Tapi saya tidak mau membahas tentang tumbal di hal-hal klenik begitu.  Sebenarnya tidak perlu jauh-jauh ke sana sih. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari kita, di dunia kerja maupun dalam hierarki pasti ada yang ditumbalkan untuk "memperlancar" jalan orang lain. Entah dengan adu domba, dengan getol cari muka, atau memanfaatkan koneksi untuk mendapatkan perhatian lebih dari apa yang diinginkan. Sayangnya, tidak semua orang sadar kalau dirinya tengah jadi tumbal. Biasanya, orang-orang yang bekerja dengan tulus lah yang akan jadi tumbal. Mereka tidak pernah ada rasa ingin mengorbankan atau bahkan memanfaatkan orang lain, namun justru sebaliknya.  Yang lebih parah adalah ketika ia harus menanggung semuanya sendiri. Teman? Entahlah, seakan-akan orang-orang yang ada di sekeliling hilang kar...

Watergong: Sungai Lokal yang Bersolek

Gambar
Banyak orang yang sering upload gambar-gambar hits dari penampakan sebuah sungai yang penuh sesak dengan ikan belakangan ini. Yup, tempat tersebut memang sebuah sungai lokal pada umimnya yang dikelola dengan baik. Yang mengelola sepertinya memang pihak swasta, atau mungkin malah pemerintah desa.  Sungai di daerah Kiringan, Ponggok, Polanharjo, Klaten ini dulunya hanya sebuah sungai yang diubah menjadi pemandian -kolam renang alami- umum seperti khalayak. Namun, karena persaingan pemandian umum di daerah Ponggok memang cukup ketat maka ia pun sepi pengunjung. Mulai dari fasilitas hingga view yang kurang spesial dan area yang tidak cukup luas menjadi faktor yang mendukungnya untuk hijrah.  Akhirnya sekitar tahun 2019-an area ini dialihfungsikan. Dari yang awalnya untuk pemandian umum kini menjelma menjadi pemandian ikan. Yups, saya sebut pemandian ikan karena jumlah ikan yang dipelihara di sungai ini benar-benar memadati sungai. Lokasi ini tidak hanya men...

Menjadi Manusia: Bangkit untuk Sembuh

Kita sering sekali mendengar kalimat "Tuhan itu Maha Baik". Namun, tak jarang kita menyangsikan kebaikannya. Terlebih ketika apapun yang terjadi pada kita terasa tak ada yang benar. Hingga tak jarang kita memilih uring-uringan. Ya, kalau ini saya anggap manusiawi sih. Dulu saya pun tak jarang merasakannya. Kita mulai menyalahkan Tuhan. Seakan-akan Dia harus mengikuti kehendak hati kita, mengikuti apa yang jadi mau kita. Heyy... Memangnya siapa kita hingga kita berani menuntut ini itu pada-Nya. Memang benar, kita makhluk yang diizinkan untuk meminta apapun pada-Nya. Namun apa kita lupa bahwa Tuhan punya hak prerogatif yang tak bisa kita ganggu gugat? Kita, sering memaksakan apa yang jadi keinginan kita adalah hal yang paling baik, paling benar dan paling yang lain-lainnya. Sudah yakin? Iya, dulu saya yakin seperti itu adanya. Yakin bahwa apa yang ksaya minta adalah yang terbaik bagi saya. Hingga saya tak mampu melihat hal-hal menakjubkan lain yang disediakan Tuhan di depan mat...

Make Your DIY : Mukena Sulam Ala-ala

Gambar
Finally. I'm Back. After very long time didn't do it.  Nggak tau kenapa begitu lama saya berhenti ketik-ketik di laman ini. Belakangan seperti tengah terguncang sehingga saya merasa malas untuk ketik-ketik. Well, now I think it doesn't matter how hard this life, how rock the wave, the life must go on (mencoba menyemangati diri sendiri).  Sudah lama sebenarnya saya punya ketertarikan di bidang jahit-menjahit. Hanya saja karena satu dan lain hal, cita-cita saya di bidang ini harus tertunda. Saya hanya berharap suatu hari, ketertarikan ini bisa memberikan manfaat untuk orang lain juga. Entah sekecil apapun manfaatnya. 

Museum Radya Pustaka [1]

Gambar
Museum. Apa pendapat kita ketika mendengar kata museum? Banyak yang berpendapat bahwa museum itu tidak lebih keren, tidak lebih terkenal dan tidak lebih asyik buat nongkrong daripada mall. Memang sih nggak salah, mau nongkrong di mall, mau nongkrong di cafe, di pinggir jalan, nongkrong di poskamling, atau nongkrong di rumah teman sambil absen indomie gratis, itu sih pilihan pribadi. Aliasnya dipanggil hak prerogatif yang nggak bisa diganggu gugat. Eits, tapi satu jangan terlalu suka nongkrong di toilet kecuali karena keadaan mendesak. Ingat, bukankah toilet itu tempat nongkrongnya setan,,,, hehe, meskipun nggak jarang sih inspirasi itu datang dari kamar mandi. J

Jembatan Penghubung Baru : Boyolali - Karanganyar

Gambar
Setelah sekian waktu nggak posting, akhirnya bisa posting juga. Beberapa hari yang lalu sengaja saya bernostalgia sepulang kerja. Nostalgianya bukan tentang mengingat masa lalu dengan seseorang atau apa. Tapi, nostalgianya di sini adalah melewati jalan “keren” yang pernah saya lewati dulu. Masih ingat kan dengan posting saya tentang sebuah jembatan peninggalan colonial yang terdahulu ?

#Danau Tengah Sawah

Gambar
Beberapa waktu lalu ada rembugan diajakin buka bersama (udah lama sih sebenarnya. cuman lagi sempat posting aja,, hehe). Nyari-nyari tempat alternatif dengan suasana yang berbeda penginnya, dan akhirnya pilihan jatuh di sebuah rumah makan bertema wisata alam yang ada di Banyudono, Boyolali. Rumah makan Danau Tengah Sawah begitu orang-orang menyebutnya. Dan memang sesuai dengan namanya, lokasinya benar-benar di tengah persawahan. Kalau dari Jalan Raya Solo-Semarang tepatnya ambil tikungan pertama sebelum perempatan Bangak. Sedikit masuk ke desa sih, tapi tenang saja jalannya mudah diakses dan yang pasti mulus.

Hujan VS Inspirasi

Kalau ditanya apa hubungannya hujan dengan inspirasi sepertinya setiap kita punya jawaban masing-masing yang sudah pasti berbeda. Ada yang berpendapat hujan itu menyusahkan karena basah, atau banjir, atau apalah. Ada pula yang berpendapat hujan itu asyik, cause it's the time to get fun, seperti waktu dulu masih suka bermain hujan di bawah langit yang mendung. Tidak peduli sederas apapun. Ia selalu menghadirkan keceriaan di wajah-wajah polos yang merindunya. Berlari-larian dengan atau tanpa baju. Wajah-wajah polos yang mungkin saat ini hanya akan ditemui di desa-desa yang belum "terkontaminasi" gadged . Karena tidak sedikit saat ini anak-anak lebih memilih duduk manis mantengin gadged daripada menikmati hujan yang benar-benar bermakna.

Welcome 2016?

Ya, hari ini hari terakhir di tahun 2015. Bukan apa-apa sih, saya cuman pengen menyempatkan waktu membuat postingan di akhir tahun 2015 ini, selain karena tahun 2015 ini baru ada beberapa postingan di tempat saya membat orat-oret ini. Yeay,,, Apa sih sebenarnya tahun baru itu? Kenapa hampir setiap di penghujung hari di akhir tahun setiap orang sibuk sendiri-sendiri membuat rencana ataupun agenda yang bahkan lebih tepat bisa disebut "ritual".

Jodoh Pasti Ketemu

Gambar
Kemarin, masih pagi baru saja sampai di tempat kerja. Seorang teman sudah membagi-bagikan selembar kertas pertanda kebahagiaan. Sebuah undangan pernikahan berwarna hitam yang didesain sendiri dan sengaja ditambahkan sebuah logo klub sepak bola terkenal. Meski dibuat gradasi dengan tingkatan warna yang tidak jauh berbeda, namun logo itu masih bisa ditangkap terlebih bagi saya, seorang yang tengah menunggu kapan bisa mencantumkan nama di sebuah undangan yang didesain sendiri. Terlihat jelas dalam undangan itu sebuah aura bahagia karena dapat menyanding wanita yang telah lama jadi pujaan hati untuk mendampingi perjalanan rumah tangga.

Taman Balekambang : Alternatif Liburan Keluarga

Bagi sebagian besar masyarakat di negeri ini, kegiatan travelling bukanlah suatu yang asing. Meski sekedar keluar rumah main-main ke taman kota bisa juga disebut travelling. Hahahah,,, Ngomong-ngomong soal taman kota, kemarin pas keponakan jauh datang akhirnya diajaklah main-main ke salah satu taman kota yang ada di Kota Bengawan ini. Taman kota yang memang sengaja dikelola oleh pemerintah kota sebagai ruang terbuka hijau untuk masyarakat Solo khususnya dan masyarakat yang menyempatkan mampir ke Solo pada umumnya.

Puisi Untuk Negeriku, [In Memorian Hercules C130]

Aku heran dengan keadaan negeri ini, Apa yang semestinya dilakukan, Orang-orang berebut kekuasaan di atas sana, Yang harusnya menjadi wakil rakyat namun, tak jarang malah menjadi cakil rakyat Lalu apa yang salah dengan negeri ini? Orang-orang yang semestinya bisa memperjuangkan negeri ini, Hanya mengeruk keutungan untuk kantongnya sendiri, Memikirkan perut mereka sendiri, Lalu apa yang salah dengan negeri ini? Ketika aku melihat mereka, para prajurit yang rela memperjuangkan negeri ini, Hanya menjadi tumbal atas kepentingan pribadi, Bukankah seharusnya mereka layak menerima yang terbaik? Lalu apa yang salah dengan negeri ini? Rest In Peace -- Untuk seluruh prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas dalam peristiwa Hercules C-130 --

Duka untuk Hercules C-130

Gambar
Penghujung Juni 2015 menjadi sebuah cerita miris tersendiri bagi saya. Pesawat Hercules C-130 yang sedianya terbang menuju ke Lanud Tanjung Pinang, Riau harus jatuh di Jl. Jamin Ginting Medan, Sumut. Tak satupun penumpang yang selamat dalam kejadian itu. Yang semakin miris adalah karena beberapa waktu sebelum kejadian ini terjadi, berita tentang pengajuan dana aspirasi dengan nominal “milyar” tengah disuarakan oleh orang-orang yang duduk di Senayan. Sebuah gambaran carut marutnya negeri ini juga para wakil rakyat yang katanya bertugas untuk menyampaikan aspirasi rakyat malah hanya menjadi cakil rakyat. Mereka lebih mementingkan aspirasi mereka sendiri dengan mengusulkan dana aspirasi dengan jumlah yang fantastis. Lalu untuk kepentingan siapakah dana aspirasi yang mereka ajukan? Untuk kepentingan negeri ini? Kepentingan rakyat kecil? Kepentingan janda-janda miskin? Atau kepentingan anak-anak jalanan yang tidak terurus oleh negara? Atau malah hanya untuk kepentingan mereka sendi...

Hujan dan Kau

Aku telah terlalu sering menuliskan tentang hujan, Namun, tak pernah rasanya bosan itu datang Hujan seakan hadir dengan nyanyiannya sendiri Ia seakan mendengar lagu dalam hati-hati yang sepi Ia seakan mengenali deretan puisi jiwa-jiwa yang rindu

Cara Tuhan Menegur

Tuhan seakan tak pernah ingin hamba-Nya berlari terlalu jauh dan tersesat. Hari ini Ia seakan menegurku dengan sebuah hal yang tidak asing. Sudah beberapa minggu aku merasa hidup itu terasa memuakkan, terlalu lelah untuk dijalani. Serasa tidak kuat lagi untuk berlari sendirian melawan arus di dunia ini,. Ingin berhenti saja di sini, tak ingin berjalan lebih jauh. Mimpi dan cita-cita yang pernah ditulis dengan menggebu-gebu seakan tak berarti sama sekali. Untuk apa? Untuk siapa? Apa yang aku cari? Siapa yang ingin aku temui? Bahkan aku sempat meninggalkan aktivitas menuntut ilmu untuk beberapa saat. Ya, seakan berada di sebuah persimpangan jalan, namun tidak tahu arah mana yang harus diambil. Jadi, lebih baik berhenti, mencoba menyusuri arah yang sama-sama tidak tahu ujungnya.

KAU JADI DOAKU

Biarkan aku terus memujamu dalam diam ini Menulis serta mengeja namamu sebagai doa wajib untukku Mengingat setiap hari-hari yang terlewati bersama bayanganmu Ya, meski hanya bayanganmu Engkau yang berada jauh di sana

Arti Kata Munafik [in my note]

Kau bertanya tentang kemunafikan? Tanyalah pada dirimu sendiri Buka kembali lembaran-lembaran yang kau khianati Buka kembali tabir-tabir yang sengaja kau bungkam Buka kembali setiap keheningan yang kau paksa menjerit Sudahkah kau temukan? Jika belum kau temukan maka,

Cerita di Batas Senja

Mampukah kita terjemahkan suara alam ini? Menelaah setiap kisah Membaur dalam pandangan yang terkadang kabur Membaca setiap apa yang bisa dibaca Seakan duka jiwa menjadi penguntai Dalam resah jiwa dan kegundahan Siapa kita?

"Taman Urban" Edupark UMS

Gambar
Finally. Kesampaian juga main ke salah satu “Taman Urban” di Kota Solo. Hehe, nyebutnya “Taman Urban” saya rasa nggak keterlaluan juga. Ya secara, sekarang ini di Solo lagi musimnya migrasi sawah menjadi perumahan hingga akhirnya mau melihat pemandangan hijau yang membentang bak permadani tak lagi terwujud. Nggak terkecuali di desa-desa sih. Di sekitar Solo pinggiran pun juga nggak terlewatkan atas “migrasi” itu. Back to the Urban Garden , kembali ke cerita taman urban. Ini nih, salah satu area buat menikmati bentangan tanaman hijau. Taman Urban ini bernama EduPark. Sebuah taman dengan tujuan sebagai salah sarana olahraga dan rekreasi keluarga anak ini dikelola UMS (Univesitas Muhammadiyah Surakarta). Taman yang beberapa tahun lalu masih berupa lahan dengan sebuah bengkel AHASS yang bekerja sama dengan UMS itu kini berubah fungsi. Ya, lebih berfungsi sih menurut saya,, hehe, lebih terkenal? Ia. Lebih asyik? Ia. Lebih hijau? Jelas. Lebih bermanfaat? Capcus banget.